Senin, 14 Desember 2015

Me-BLEGOC di Kirab Budaya HUT ke-68 Desa Tegaltirto

Hari itu hari yang sangat menyibukkan bagi anggota BLEGOC yang harus ikut menjadi pengurus atau aktif di kegiatan Desa.  Minggu (13/12/2015) tepat Minggu Legi yang menjadi jadwal resmi kegiatan bersepeda bagi BLEGOC terpaksa tidak bisa dilakukan karena kesibukan desa yaitu HUT ke-68 Desa Tegaltirto.   Siang itu akan ada Kirab Budaya yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang ada dalam perayaan HUT tersebut.   Tak banyak pikir panjang, karena BLEGOC berada di wilayah Desa Tegaltirto maka kamipun sepakat untuk mengikuti kegiatan kirab budaya tersebut.   Dengan mengumpulkan sisa-sisa BLEGOCer yang belum terlibat kegiatan akhirnya kamipun  tetap mengikuti kegiatan kirab tersebut. 


Dengan kekuatan 15 BLEGOCer termasuk Junior BLEGOC dan wanita BLEGOC kami ikut dalam iring-iringan peserta kirab yang mengambil start di Kring Desa Krikilan menuju finish lapangan Kadisono. Barisan kami berada dibelakan sepeda antik yang membawa putri cantik (mbak Ayu') sehingga sedikit banyak tentunya membuat penarik perhatian para warga yang menyaksikan kirab.    Diantara peserta Kirab yang rata-rata merupakan potensi budaya antara lain pasukan Bregodo, kelompok kesenian serta potensi budaya lainnya kami dengan seragam kebesaran kami cukup memberikan warna tersendiri bagi warga yang menyaksikan kirab tersebut.  Keberadaan kami dengan sepeda serta seragam juga personel yang tua muda, dewasa anak-anak serta laki perempuan menunjukkan bahwa kami ini komunitas yang terdiri dari berbagai macam anggota dari segi usia, jenis kelamin serta macam-macam jenis sepeda.   Tak khayal kamipun membuat rasa bangga tersendiri bagi pak Lurah Tegaltirto selaku pemimpin di desa kami dimana di wilahnya memiliki komunitas sepeda yang usianya cukup muda tetapi mempunyai komitmen besar untuk menyehatkan masyarakat sekitar serta lebih mengenalkan wilayah ke seluruh antero jagat raya.  Tak lupa ancungan jempol diberikan pak lurah saat rombongan BLEGOC melintas di depan podium kehormatan.






Dari beberapa pengamatan yang kami lihat masyarakjat cukup antusias untuk menyaksikan kegiatan kirab tersebut khususnya kehadiran BLEGOC yang ikut dalam kegiatan kirab.  Bnayak warga yang merasa heran dan penuh tanda tanya tentang keberadaan kami di lingkungan Desa Tegaltirto.    Hal itu menurut kami wajar dan maklum karena usia kami yang masih sangat muda oleh karena itu dengan mengikuti kegiatan kirab tersebut adalah salah satu ajang kami untuk show of force sekaligus mempromosikan keberadaan kami.  Harapannya ada warga lain yang ikut bergabung ataupun ada komunitas sepeda lain yang menyambung link kepeda kita untuk menambah tali silahturahmi sesama sedulur goweser.  Hasilnyapun lumayan banyak warga yang bertanya-tanya tentang BLEGOC sambil kami jelaskan kamipun membagikan souvenir sticker yang bertuliskan “TEMUKAN KAMI DI www.blegoc.blogspot.com” sebagai ajang promosi kami.

Kirab budaya itu sendiri adalah salah satu agenda dari sekian banyak rangkaian kegiatan perayaan HUT ke-68 Desa Tegaltirto Berbah Sleman dan pertama kalinya dirayakan pada tahun 2015 ini.  Selain kirab budaya masih banyak lagi kegiatan lain yang diantaranya dimeriahkan dengan kegiatan bakti sosial seperti sunatan masal, pemerikasaan kesehatan, pembagian daging pada hari minggu (13/12/2015), Tasyakuran HUT Desa Tegaltirto ke - 68, Rabu, (16/12/2015), dan puncaknya akan digelar pentas wayang kulit dengan lakon Babat Alas Wonomarto oleh  Dalang Ki Seno Nugroho, Jumat, (18/12/2015) pukul 20.00 WIB sampai selesai.










Mengenai Kirab budaya itu sendiri dimeriahkan oleh 14 bregodo  dari masing masing padukuhan di Tegaltirto.  Keseluruhan Desa Tegaltirto terdiri atas 14 padukuhan, yaitu Jagalan, Tlogowono, Blendangan, Berbah, Krikilan, Kuncen, Sompilan, Karangwetan, Candirejo, Semoya, Kadisono, Kuton, Tegalsari, dan Pendem. Mayoritas penduduk Desa Tegaltirto bermata pencaharian sebagai petani dan perikanan sesuai dengan potensi air yang melimpah di daerah ini. Prosesi upacara adat dan kirab budaya dimulai dengan pengambilan air panguripan di kawasan wisata Lava Bantal. Karena Desa Tegaltirto merupakan penggabungan dari tiga kring/kelurahan lama, yaitu Krikilan, Candirejo, dan Tegalsari, maka start kirab dimulai dari tiga tempat tersebut. Pertama, Kring Krikilan dimulai dari perempatan Krikilan, kedua Kring Candirejo dimulai dari perempatan sumber, dan ketiga Kring Tegalsari dari pertigaan Lojisari. Sesampainya di Lapangan Kadisono, air panguripan yang merupakan wujud dari persatuan dan kesatuan warga desa diserahkan kepada Kepala Desa Tegaltirto. Upacara dan kirab budaya diakhiri dengan rebutan gunungan yang dibawa oleh masing - masing bergada dari tiga kring.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sleman, Ir. Gatot Saptadi menyampaikan upacara adat dalam rangka peringatan HUT Desa Tegaltirto merupakan wujud rasa syukur atas rahmat kenikmatan dan kesejahteraan yang telah diberikan oleh Allah kepada warga desa. Turut hadir Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir. AA Ayu Laksmidewi TP, MM beserta jajaran pemerintah Desa Tegaltirto.




Nah itulah sedulur Goweser tentang kegiatan di wilayah BLEGOC berada yang cukup membagakan bagi kita.  Makanya mari dan datanglah ketempat kami biar kita bisa lebih kenal dan saling tukar pikiran khususnya maslah untuk kemajuan kita bersama juga masalah per-gowes-an.  Akhirnya salam BLEGOC dan salam gowessss........


Sumber : http://infopublik.id/read/139067/warga-desa-tegaltirto-gelar-upacara-adat-dan-kirab-budaya.html
dan https://www.facebook.com/dsuharta?fref=nf&pnref=story






Tidak ada komentar:

Posting Komentar